Christy Nathalya Manueke.
Sekitar Kita

Wanita Cantik Ini Kritik Aksi Massa yang Anarkis

  • Gelombang aksi massa yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia mendapat ragam sorotan dari warganet.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

MANADO – Aksi massa mahasiswa dan elemen masyarakat yang menggelar demo menuntut kebijakan pemerintah dan DPR yang tidak berpihak kepada rakyat terjadi di Indonesia.

Gelombang aksi massa mahasiswa dan masyarakat yang di mulai dari Jakarta, kemudian meluas ke sejumlah daerah di tanah air berakhir ricuh.

Aksi massa yang dilakukan tidak saja ricuh, tapi juga sudah mengarah pada tindakan anarkis, pembakaran, serta penjarahan.

Christy Nathalya Manueke menyoroti tindakan buruk yang terjadi akibat gelombang aksi massa yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia.

Wanita cantik asal Tondano, Sulawesi Utara ini, dalam unggahan di akun media sosial resmi miliknya, @christy.n.manueke.3, mempertanyakan tujuan dari digelarnya aksi demo, apakah murni untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat, atau hanya untuk sekedar membuat rusuh.

"Tujuan awal demo untuk sampaikan aspirasi ke gedung parlemen, makin kesini makin aneh, rusuh, anarkis, penjarahan di beberapa titik," ujar Christy, dikutip Selasa (02/09/2025).

Dia pun menyoroti pola penyampaian aspirasi harus diakhiri dengan pembakaran gedung DPRD dan fasilitas umum lainnya yang merugikan banyak orang, apalagi harus memakan korban nyawa manusia.

"Pembakaran gedung DPRD di beberapa daerah yang memakan korban yang notabenenya sama-sama rakyat juga," ungkapnya.

Ibu cantik dari dua anak ini dengan kritis menampar muka para pelaku pejarahan rumah para pejabat yang terjadi di Jakarta.

"Apalagi kalian para penjarah. Kalian itu bukan benci koruptor, tapi kalian hanya tidak punya kesempatan untuk korupsi," sambung Christy.

Dihubungi media ini, Christy mengatakan, menyampaikan aspirasi akibat dari kekecewaan dan kegelisahan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat adalah sesuatu yang wajar, tapi dilakukan atas dasar prikemanusiaan dan prikeadilan, tidak membuat orang lain ikut merasakan dampak buruk dari aksi demo yang rusuh, anarkis, melakukan pejarahan, bahkan sampai membuat orang kehilangan nyawa.

"Demo karena kecewa dan gelisah dengan kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat silakan, tapi dilakukan dengan dasar prikemanusiaan dan prikeadilan juga bagi orang lain," tegasnya.

"Ya, jaman sekarang harus berpikir lebih kritis. Kita paham selicik apa itu politik dan para elit yang mencoba intervensi dan atur negara Indonesia tercinta," tandasnya.