
UIN Raden Fatah Palembang Teliti Toleransi di SD 48 Manado
- datang meneliti tentang bagaimana sikap saling menghormati antara umat beragama, di sekolah kami
Sekitar Kita
Manado - Toleransi antara umat beragama, di Kota Manado, dan Sulawesi Utara umumnya, tetap menjadi hal menarik sehingga membuat banyak kalangan tertarik menelitinya, termasuk dari perguruan tinggi di luar Sulut.
Salah satunya adalah peneliti dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Sumatera Selatan, yang datang meneliti, pengalaman toleransi beragama siswa SD di Indonesia, di Kota Manado, dan mewawancarai para siswa langsung, di SD Negeri 48 Manado.
Di sekolah yang dipimpin oleh Meyty Marharetha Caroles, M.Pd itu, enam peneliti dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, mengumpulkan data dengan mewawancarai dua siswa, dari kelas 5 dan 6, serta meminta mereka mengisi form mengenai pengalaman toleransi di sekolah mereka.

"Para peneliti dari lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPP2M), Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, datang meneliti tentang bagaimana sikap saling menghormati antara umat beragama, di sekolah kami," kata Meyti Marharetha Caroles, S.Pd, M.Pd, di sekolah, Kamis siang.
Dia menjelaskan, para siswa diwawancarai dan diminta untuk mengisi form yang sudah disiapkan serta menjawab sejumlah pertanyaan seputar toleransi dan keberagaman di antara para siswa.
"Mereka mau tahu bagaimana kehidupan beragama di SD negeri 48, dan itu yang dijawab oleh para siswa, karena memang selama ini, saya menerapkan bagaimana saling menghargai dan menghormati sesama pemeluk agama, dalam tindakan nyata," katanya.
Meyti menjelaskan, terpilihnya SD Negeri 48 Manado, memang menjadi salah satu dari lima SD di Manado sebagai lokasi penelitian, adalah hal yang positif, sebab bisa menjadi indikasi bahwa toleransi dan saling menghargai antara sesama siswa di sekolah tersebut, benar-benar diterapkan para siswa.
"Bentuk nyata dari sikap saling menghargai dan toleransi itu, bukan hanya menghormati sesama siswa melaksanakan ibadah, tetapi juga dalam bentuk lain, dan di sini siswa ada memeluk agama Islam, Kristen Protestan dan Katolik, semuanya saling menghormati," tegasnya.
Dia menuturkan, jika menjelang Natal, para siswa kristen protestan dan Katolik saya ajak berkunjung dan berbagi kasih dengan anak-anak di panti asuhan kristen dan katolik, dan bagi yang muslim menjelang bulan Ramadhan diajak ke panti asuhan muslim, untuk melihat bagaimana kehidupan di sana, sekaligus berbagi kasih dan uangnya berasal dari siswa sendiri,"katanya.

Harapannya, katanya, maka para siswa itu, akan lebih memahami bagaimana hidup saling menghargai serta menghormati sesama pemeluk agama, sehingga akan terpelihara hingga dewasa, dan bisa terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang saling menghargai dan menghormati keragaman.
Para peneliti dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah itu adalah, Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag, Dra. Nurlaeli, M.Pdi, Husna Lutfiah, M.Pd, Muhammad Al-Havis, Nyiayu Reva Syaira Utami dan Nur Muhammad Fatih Al-Badri, yang melakukan rangkaian penelitian selama Juli hingga September 2025.
