Tokoh muda Nusa Utara, Supriyadi Pangellu. (Foto:Istimewa)
Sekitar Kita

Tokoh Muda Nusa Utara Soroti Sikap Presidium Masyarakat Adat Talaud

  • Sikap dari Ketua Presidium Masyarakat adat Talaud terhadap proses Pilkada, mendapat sorotan dari tokoh muda Nusa Utara.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

TALAUD -- Tokoh generasi muda Sulawesi Utara, Supriyadi Pangellu menyesalkan pernyataan salah satu tokoh adat di Talaud yang meminta Gubernur Sulut Yulius Selvanus memberi perhatian terhadap sikap dari penjabat Bupati.

Menurut Supriyadi, pernyataan tersebut tidak selayaknya disampaikan, apalagi dalam kapasitas sebagai tokoh adat yang justru fokus pada pernyataan politik.

"Sangat disesalkan, dengan kapasitas sebagai tokoh adat didaerah,” ujar Supriyadi, ketika dimintai tanggapannya kepada media ini, Senin (10/03/2025).  

Pengamat hukum Sulut ini berharap, seharusnya sebagai tokoh yang sudah menjadi panutan bagi masyarakat Talaud harusnya fokus pada sikap dan himbauan tentang bagaimana menjaga nilai-nilai budaya dan moral.Serta bagaimana Presidium Masyarakat adat ini hadir memberikan pemikiran dan solusi terhadap mulai terkikisnya adat istiadat akibat tantangan zaman yang modern ini.

Lebih lanjut dia menyebutkan, jika suara yang disampaikan adalah murni tanpa ada tendensi politik, maka hal itu sangat wajar, apalagi harus mendesak Gubernur Sulut.

"Tanpa didesak pun, Pak Gubernur pasti punya kepedulian, apalagi soal penjabat Bupati. Karena Pak Gubernur adalah sosok yang menjunjung tinggi penegakkan hukum.”terang putra Porodisa tersebut.

"Itu oknumnya adalah tim sukses salah satu paslon di Pilkada Talaud kemarin. Jadi sangat disesalkan adat ikut masuk dalam ranah politik. Jangan nantinya seperti pribahasa, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri," ujar Supriyadi.

Diketahui, Ketua Presidium Masyarakat Adat Talaud, Kristian Aesong dalam sebuah pernyataan di media, meminta Gubernur Sulut, Yulius Selvanus memberikan atensi atas sikap penjabat Bupati Talaud yang dinilainya tidak netral pada Pilkada Gubernur dan Bupati.