Christy Manuke.
Sekitar Kita

Solidaritas: Christy Kecam Kekerasan Seksual Pada Perempuan

  • Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Sulawesi Utara mendapat sorotan dan kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

MANADO – Suara lantang bernada kecaman diutarakan Christy Manuke terhadap maraknya tindakan kekerasan dan pelecehan seksual kepada perempuan.

Christy menyampaikan ajakan mengkampanyekan kepada masyarakat, pemerhati, dan pemerintah penolakan kekerasan seksual kepada perempuan di berbagai ruang publik, termasuk kampus agar dapat memutus rantai pelecehan.

"Perlu ada solidaritas dan suara bersama mengkampanyekan penolakan kekerasan seksual di ruang publik. Upaya ini agar bisa memutus rantai perilaku menyimpan memalukan dari pelaku-pelaku pelecehan," ujarnya, Jumat (13/02/2026).

Wanita cantik asal Tondano ini menuturkan, diperlukan konsistensi dari semua pihak menyuarakan keras pada segala bentuk pelecehan seksual.

Christy menekankan urgensitas perlindungan kepada korban dan penegakkan hukum yang tegas oleh aparat kepolisian terhadap pelaku kekerasan seksual.

"Edukasi di lingkungan pendidikan dan kerja terhadap kekerasan seksual. Kemudian ketegasan hukum kepada pelaku, bukan sebaliknya menyudutkan korban dan keluarga korban," terangnya.

Perempuan yang memiliki nama lengkap Christy Natalya Manuke ini menambahkan, terhadap korban dan keluarga perlu ada pendampingan psikologi dan hukum, lantaran banyak yang terguncang pasca mengalami kekerasan seksual.

Diawal tahun 2026, Sulawesi Utara dihebohkan dengan dua peristiwa dugaan kekerasan seksual.

Kematian Evia, mahasiswa Unima di Tomohon diduga mengalami kekerasan seksual sebelum tewas tidak wajar dengan terduga pelaku mengarah kepada seorang dosen.

Kemudian, seorang wanita muda CL diduga dilecehkan di rumah makan di Sario, Manado oleh DD, oknum stafsus Gubernur Sulut.

Diketahui, kedua kasus ini sedang dalam penanganan hukum oleh aparat kepolisian di wilayah Sulawesi Utara.