Munculnya beras oplosan meresahkan masyarakat. (Foto:Istimewa)
Sekitar Kita

Setelah BBM, Kini Muncul Beras Oplosan

  • Diperlukan kewaspadaan terhadap hadirnya beras oplosan yang dapat merugikan masyarakat konsumen dari segi kualitas dan harga.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) RI berhasil menemukan beras oplosan yang sudah beredar di pasaran. Satgas Pangan Polri, telah memeriksa 22 saksi yang dikaitkan dengan dugaan adanya produsen beras nakal yang melanggar mutu dan takaran beras.

Ada 212 merek beras yang dinilai oleh Kementan yang telah merugikan konsumen sekitar Rp99 triliun atau hampir Rp100 triliun per tahun.

Modus yang ditemukan adalah pengemasan beras dengan volume yang tidak sesuai serta klaim kualitas paslu dan telah menimbulkan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp99 triliun per tahun.

Dari pemeriksaan terhadap 268 merek beras yang dilakukan pada 13 laboratorium di 10 provinsi hasilnya berbeda. Beberapa contoh produk yang mencantumkan berat 5 kologram, tapi isinya hanya sekitar 4,5 kilogram. Selain itu, sekitas 86% mereka mengaku sebagai beras premium, meski kualitasnya biasa saja.

Modus yang dilakukan berdasarkan temuan petugas seperti pada beras subsidi dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan cara dikemas ulang.

Menurut Menteri Amran, 80% beras  SPHP telah dicampur lalu dipasarkan kembali dengan merek beras premium dan pada akhirnya memicu terjadinya lonjakan harga. 

“86 persen itu tidak sesuai dengan standar. Kesempatan kita perbaiki, karena stok (beras) kita banyak. Ini sudah dikoordinasikan dengan satgas pangan untuk ditindak tegas,” ungkap Menteri Amran.