SMP Negeri 1 Manado. Insert: Kepala Dinas Dikbud Kota Manado.
Sekitar Kita

Sekolah Favorit di Manado Diduga Jual Beli Bangku

  • Akar permasalahan SPMB ada pada terbatasnya kursi sekolah favorit yang tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

MANADO - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Manado, Sulawesi Utara ternyata tidak sebatas pada persoalan administrasi, namun terbatasnya daya tampung sekolah favorit justru membuka ruang terjadinya praktik menipulasi.

Pemerintah Kota Mando sibuk mengatur jalur masuk, namun mereka lupa memastikan kursi sekolah cukup dan mutunya pendidikannya merata dan akibatnya orang tua dan calon peserta didik harus dipaksa berkompetisi memperebutkan bangku sekolah.

SPMB di Kota Manado bukan sistem pemenuhan hak, tetapi sistem kompetisi atas kelangkaan kursi di sekolah favorit.

Regulasi yang rumit ditambah dengan keterbatasan kursi sekolah favorit membuka ruang terjadinya berbagai praktik penyimpangan. Salah satunya adalah dugaan jual beli bangku di SMP Negeri 1 Manado.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Bart Assa ketika dikonfirmasi media ini membantah dugaan tersebut.

"Saya kira tidak benar," jawab singkat Kadis Dikbud Manado, Bart Assa, Senin (06/07/2026).  

Diketahui, berdasarkan data yang dilansir dari laman resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Rabu (08/07/2026), calon peserta didik yang diterima pada SMP Negeri 1 Manado dengan empat jalur berjumlah 530 orang yang terdiri dari jalur domisili 363 orang, jalur afirmasi 37, jalur prestasi 103 orang, dan jalur mutasi 27 orang.

Jumlah kuota calon peserta didik untuk SMP Negeri 1 Manado berjumlah 544 kursi dan masih tersisa 14.