
Saweho: Saya Tidak Memukul, Jangan Sebarkan Hoaks
- Tudingan itu tidak benar, saya berada di lokasi untuk melerai
Sekitar Kita
Manado - Tak mau masyarakat salah paham dan hoaks terus tersebar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado, Bonyx Saweho, angkat bicara membantah tudingan yang menyebut dirinya melakukan pemukulan saat terjadi keributan usai pertandingan Liga Pelajar di Youth Center Manado, Sabtu pekan lalu.
"Tudingan itu tidak benar, saya berada di lokasi untuk melerai dan memisahkan pihak-pihak yang ribut," kata Bonyx Saweho, kepada media ini, melalui pesan lewat aplikasi hijau, Minggu.
Dia menceritakan ikhwal terjadinya, peristiwa yang menyebabkan namanya terseret dan disebut memukul orang, dalam keributan setelah liga pelajar pada Sabtu akhir pekan lalu.
Saat itu tuturnya, ada salah satu orang tua dari atlet, asal Sangihe yang protes
soal piagam penghargaan bagi anaknya, yang belum ada, padahal sudah lama menunggu.
"Ketika dia protes, saya malah tidak ada di situ, sebab sedang berada di lantai dua, karena sementara rapat dengan panitia, wasit dan juri jadi tidak tahu kalau ada keributan, di lantai satu, " katanya.
Barulah setelah turun dari lantai dua, katanya, dia didatangi orang tua yang menyampaikan kekecewaanya terhadap pelaksanaan pertandingan dan mengaku tidak ingin lagi mengurus olahraga tinju, maka dia pun langsung berusaha menenangkan yang bersangkutan dan bertanya apa yang jadi inti masalah, apalagi mereka saling kenal.
"Saya kenal yang bersangkutan, makanya saya menyapa dan bertanya ada apa. Katanya piagam anaknya tidak ada dan tidak diberikan," jelasnya.
Maka mantan Camat Wenang itupun berinisiatif menyelesaikan masalah dengan meminta agar masalah tersebut dicek terlebih dahulu kepada pegawai yang menangani administrasi piagam.
"Saya juga menjawab, kalau piagam tunggu dulu. Saya mau cek ke pegawai, nanti disuruh print," ungkapnya.
Namun, menurut Bonyx, situasi kemudian kembali memanas ketika yang bersangkutan terus mencak-mencak sambil merokok. Kemudian ada seorang menegurnya untuk mematikan rokok jika sementara berbicara dengan Kadis.
Ketika mematikan rokok, lanjut Bonyx, yang bersangkutan berteriak tidak terima. Kemudian terjadi keributan dan perkelahian.
"Ketika perkelahian terjadi, saya langsung mengambil tindakan untuk melerai dan memisahkan pihak yang terlibat, jadi bikan memukul, " tegasnya.
Birokrat yang memulai karir dari atlet itu juga membantah keras pernyataan yang menyebut dirinya melakukan pemukulan, dan minta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sepihak dari informasi yang belum terverifikasi.
"Bagaimana saya memukul, sedangkan yang bersangkutan saya kenal. Jadi keliru pernyataan yang mengatakan saya memukul. Di video saja tidak ada saya memukul. Jadi jangan menyebar hoax," tegasnya.
Bonyx berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan dan meminta semua pihak mengedepankan fakta serta menjaga suasana tetap kondusif dalam setiap kegiatan olahraga.
