
Rektor UKIT Mengaku Tidak Tahu Soal Pengusiran Pedagang
- Seoran ibu yang terbiasa berjualan di kampus UKIT Tomohon, diusir dan dirampas dagangannya oleh oknum satpam.
Sekitar Kita
TOMOHON - Pengusiran dan perampasan dagangan oleh oknum satpam di Kampus Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) kepada seorang ibu pedagang menjadi sorotan warga.
Rektor UKIT, Sandra Korua ketika di konfirmasi media ini melalui telepon mengaku jika dirinya tidak mengetahui peristiwa pengusiran pedagang tersebut.
"Belum tahu. Oh itu ibu yang biasa torang bli akang," ujar Rektor Sandra, Kamis (05/02/2026).
Sandra mengaku jika ibu tersebut sering berjualan di kampus Fakultas Teologi UKIT yang berdekatan dengan Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon.
Kepada media ini, dia mengaku akan melakukan pengecekan terhadap peristiwa tersebut yang mendapat ragam tanggapan dari netizen termasuk warga GMIM.
"Kasiang. Nanti mau dicek dulu," terangnya.
Diketahui, seorang ibu bernama Nonheni Urupoda, warga Kelurahan Kakaskasen Tiga, Kota Tomohon, Sulawesi Utara diusir dan dirampas dagangannya oleh oknum satpam UKIT, kendati diirinya sudah 23 tahun berjualan di lokasi kampus.
