Aparat kepolisian membubarkan paksa aksi mahasiswa dan masyarakat di gedung DPRD Sulut.
Sekitar Kita

Polisi Bubarkan Aksi Massa di Gedung DPRD Sulut dengan Water Canon dan Gas Air Mata

  • Aksi demo yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat di gedung DPRD Sulawesi Utara yang berakhir ricuh, terpaksa dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

MANADO – Massa mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMARA) yang menggelar aksi di gedung DPRD Sulawesi Utara, Senin (01/09/2025), berakhir ricuh.

Massa mahasiswa dan masyarakat berusaha masuk ke dalam gedung DPRD Sulut untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Silangen menawarkan dialog dengan massa aksi yang diwakilkan maksimal 10 orang, tapi tawaran tersebut ditolak dan memicuh ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian yang berjaga.

Situasi dari aksi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulut dan masyarakat mulai memanas, ketika ada lemparan botol air meneral dari arah demonstran ke aparat keamanan.

Puncak ketegangan terjadi sekitar pukul 17.40, karena massa aksi tidak bisa masuk ke dalam gedung DPRD Sulut.

"Kami tidak berniat rusuh. Kami hanya ingin menyampaikan kekecewaan rakyat," terang perwakilan mahasiswa dalam orasi.

Massa yang masih bertahan hingga pukul 18.00 WITA dan terjadi aksi dorong mendorong dengan aparat kepolisian, akhirnya diambil tindakan tegas.

Massa kemudian dihadang dengan tembakkan water cannon dan gas air mata. Massa pun melakukan perlawanan dengan melempar botol air mineral serta benda lainnya ke arah aparat dan bentrok pun terjadi.

Hingga malam hari, aparat kepolisian berusaha menghalau massa yang masih bertahan.

Kericugan tersebut membuat arus lalu lintas di kawasan gedung DPRD Sulut lumpuh total. Aparat kepolisian berusaha mengalihkan kendaraan ke sejumlah jalur alternatif.