Dugaan kekerasan fisik kepada anggota komunitas pencinta alam.
Sekitar Kita

Pendidikan Pencinta Alam di Sulut Disertai Dugaan Kekerasan Fisik

  • Sejumlah anak muda yang diketahui anggota baru pada sebuah organisasi pencinta alam di Sulawesi Utara, mengalami kekerasan fisik yang dilakukan para senior.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

BITUNG – Warga Sulawesi Utara dihebohkan dengan beredarnya video tindakan kekerasan terhadap sejumlah anak muda yang diketahui menjadi anggota baru sebuah organisasi pencinta alam.

Dalam video yang dibagikan orang tua dari salah satu anggota baru himpunan pencinta alam terbuka spisaelus (HIMPASUS) tersebut, dikutip Rabu (01/10/2025), memperlihatkan para senior organisasi komunitas tersebut melakukan dugaan kekerasan fisik.

Para anggota baru diduga mengalami kekerasan fisik pada bagian wajah karena ditampar, kemudian badan akibat pukulan dan tendangan dan bahkan ada yang sampai terlempar.

Nurdiana, orang tua dari anaknya yang diduga menjadi korban kekerasan, berinisial AA (16) mengatakan dirinya tidak bisa menerima tindakan kekerasan yang dilakukan kepada anaknya, hingga membuat hatinya sakit saat melihat anaknya pulang dalam keadaan wajag bengkak dan biru-biru.

"Nyanda ada hati ngoni kasiang. Organisasi apa ini kasiang, apakah masih ada komunitas seperti ini," ujar Nurdiana.

Orang tua AA ini bersyukur anaknya bisa pulang walaupun dengan keadaan wajah bengkak dan biru-biru, badan terasa sakit.

Tindakan dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh para senior organisasi komunitas pencinta alam ini, mendapat banyak sorotan dari warganet.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum media ini, dugaan kekerasan fisik dilakukan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar Himpunan Penjelajah Alam Terbuka Sipazetuts (HIMPASUS) yang digelar tanggal 26 hinggan 28 September 2025, di kaki gunung dua sudara, Kota Bitung, Sulawesi Utara.