
Pangellu Minta Proses Hukum Pelaku Penganiayaan di Talaud
- Oknum TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane diduga lakukan penganiayaan kepada warga Talaud.
Sekitar Kita
TALAUD - Tokoh muda Talaud, Supriyadi Pangellu,SH.,MH mengecam keras tindakan brutal yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut kepada warga di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Supriyadi yang berprofesi sebagai advokad ini mengatakan, aparat yang ada di negara ini harusnya menjadi pelindung bagi warga, bukan malah menjadi pihak yang menimbulkan ketakutan dan melakukan kekerasan, apalagi dalam pengaruh minuman beralkohol.
Dia meminta perhatian serius Presiden Prabowo, Pangila TNI, dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) terhadap persoalan yang terjadi di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
"Kami meminta, Bapak Presiden Prabowo, Pangila TNI, dan Kepala Staf Angkatan Laut untuk memberikan sanksi tegas pemberhentian terhadap oknum yang bersangkutan," ujarnya.
Mantan Komisioner Bawaslu Sulut ini, berharap oknum TNI Angkatan Laut yang diduga melakukan tindakan kekerasan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Diketahui, sejumlah warga di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan.
Peristiwa penganiayaan diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut di Pelabuhan Kapal Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis 22 Januari 2026 malam.
Berkam Saweduling, salah satu korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Mala.
Korban mengalami luka serius akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis 22 Januari 2026 malam.
Peristiwa penganiayaan tersebut dialami korban saat dirinya sedang memancing ikan di pelabuhan Melonguane pada pukul 21.00 WITA.
Tiba-tiba datang sekelompok orang dalam keadaan mabuk lantaran pengaruh mengkonsumsi minuman beralkohol berteriak-teriak mendekati korban yang kemudian diketahuinya mereka adalah oknum anggota TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane.
