
Pangellu: Jangan Kaitkan Gubernur dalam Kasus Stafsus DD
- Sorotan tajam warga kepada oknum staf khusus Gubernur yang diduga melakukan pelecehan, mendapat perhatian dari pemerhati hukum Sulut.
Sekitar Kita
MANADO - Pemerhati hukum, Supriyadi Pangellu,SH.,MH meminta agar kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum staf khusus (stafsus) Gubernur tidak menyeret nama Yulius Selvanus sebagai pemimpin daerah Sulawesi Utara.
Menurutnya, kasus dugaan pelecehan tersebut adalah tindakan pelaku secara pribadi dan tidak ada urusannya dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
"Benar dia Stafsus, tapi kelakuan buruknya kan tidak ada urusannya sama Pemerintah Provinsi Sulut. Logikanya begini, masa iya, dia melakukan perbuatan memalukan seperti itu secara birokrasi," ujarnya, Senin (02/02/2026).
Advokad muda asal Kepulauan Talaud ini, menyesalkan opini yang berkembang di sejumlah media sosial akhir-akhir ini. Pasalnya, nama Gubernur Sulut Yulius Selvanus dikait-kaitkan dengan prilaku buruk Daniel alias DD.
Pangellu meminta agar masyarakat Sulut harus bijak dalam bermedia sosial dengan tidak membawa-bawa nama Gubernur Yulius Selvanus dalam kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh DD.
"Saya, bahkan siapa pun, memahami kondisi sosial masyarakat Sulut yang geram dengan kasus pelecehan seperti ini, tapi ketika kita menyeret orang lainya yang sama sekali tidak ada kaitannya, seperti Gubernur Sulawesi Utara, ini justru akan merusak tatanan sosial masyarakat kita," terang Supriyadi.
"Pak Gubernur, Pak Yulius Selvanus, saya tahu persis tidak akan mentolerir prilaku buruk seperti ini terjadi di daerah yang dia pimpin, termasuk terjadi di lingkungan pemerintahannya," sambungnya.
Mantan Komisioner Bawaslu Sulut ini, mengapresiasi reaksi cepat dan sikap tegas Gubernur Yulius yang langsung memecat Daniel, oknum Stafsus yang diduga melakukan pelecehan.
"Lihat saja, Pak Gubernur langsung gercep dan tegas. Tak menunggu lama, beliau langsung memecat pelaku. Ini bukti, Pak Yulius memimpin daerah kita dengan hal-hal yang baik," ujarnya.
