Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Manado.
Sekitar Kita

Momentum HBP, Pelayanan Prima Rutan Manado dan Berdampak

  • Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dijadikan momentum bersejarah bagi Rutan Manado yang diimplementasi dengan pelayanan prima dan berdampak.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

MANADO - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado, menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 sebagai momentum bersejarah dengan peran lembaga pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan kepada tahanan dan warga binaan.

Tujuan utama dari momentum peringatan HBP ke-62 adalah dedikasi petugas pemasyaraktan dalam menjalankan tugas pembinaan termasuk melakukan pelayanan prima kepada warga binaan dan masyarakat.

Kepala Rutan Kelas IIA Manado, Ady Kusuma Wardana melalui Kasubsi Bimbingan Kerja, Wahjono mengatakan dedikasi petugas di HBP tahun 2026 ditunjukkan melalui komitmen kuat untuk mewujudkan pemasyarakatan yang berdampak.

"Sebagai bentuk dedikasi petugas pemasyaraktan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan tahun 2026, kami melakukan program kerja untuk kemajuan pemasyarakatan itu sendiri, khususnya bagi Rutan Kelas IIA Manado," kata Wahjono.

Wahjono yang juga Plt Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Manado memastikan jika pihaknya menjalankan mekanisme aturan pemasyarakatan yang berdampak kepada warga binaan dan masyarakat. Hal ini menjadi komitmen agar bagaimana pemasyarakatan menjadi lebih baik ke depan dengan melakukan hal-hal yang bersifat positif, khususnya pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat.

Terkait pembinaan dan keamanan, Wahjono menjelaskan, Rutan Manado melakukannya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada, demikian dengan penerapan sistem keamanan yang dibangun.

"Apa yang terjadi di Kendari, menjadi peringatan bagi kami dan kami pastikan semua program pemasyarakatan dilakukan sesuai dengan SOP, baik tingkat keamananannya maupun mekanisme arus lalu lintas warga binaan masuk dan keluar," jelasnya.

Rutan Kelas IIA Manado sebuat Wahjono sudah melakukan berbagai pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat seperti bakti sosial, membersihkan fasilitas umum, bantuan sosial kepada keluarga warga binaan yang kurang mampu, termasuk kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan seperti pelayanan kesehatan gratis.  

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan merupakan pelayanan yang diberikan yang benar-benar memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Dia menyebutkan, Rutan Manado terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran handphone ilegal, narkotiba, dan pungutan liar (Halinar) yang sasaranya adalah petugas termasuk penindakan kepada warga binaan yang terlibat.

"Ada program pembinaan kepribadian dengan memfasilitasi warga binaan beribadah sesuai agama dan kepercayaan yang dianut. Kemudian program kemandirian dengan pelatihan keterampilan-keterampilan, apalagi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto bagaimana memanfaatkan lahan tidur dengan melakukan ketahanan pangan yang dilakukan warga binaan. Nantinya, Asta Cita benar-benar kita pedomani dan kita bisa laksanakan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto," ungkapnya.

Wahjono mengaku, jika Rutan Manado juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penyuluhan hukum kepada warga binaan dan membantu mereka melalui pendidikan kesetaraan untuk paket A, B, dan C yang dioptimalkan sesuai dengan 15 aksi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat.

"Melalui momentum hari pemasyarakatan tahun 2026, kami berharap terus membantu dan mendukung kami Rutan Manado dengan memberikan informasi terkait dengan pelayanan yang dirasa belum optimal. Tolong sampaikan kepada kami, sebagaimana kami melaksanakan pelayanan-pelayanan yang menyentuh masyarakat. Semua hal baik, tidak lepas dari koreksi, agar nanti pelayanan kami benar-benar berkualitas," tandasnya.