
Mirip Film, Kolom 15 GMIM Petra Sawangan Peragakan Penderitaan Yesus
- Mirip Film, Kolom 15 GMIM Petra Sawangan Peragakan Penderitaan YesusMINAHASA - Kisah penderitaan Yesus Kristus kembali diperagakan oleh Jemaat Kolom 15 GMIM Pet
Sekitar Kita
MINAHASA - Kisah penderitaan Yesus Kristus kembali diperagakan oleh Jemaat Kolom 15 GMIM Petra Sawangan, Wilayah Kembes, Sabtu (08/04/2023) dalam kegiatan yang bertajuk Napak Tilas Via Dolorosa 2023.
Awal penderitaan Yesus dimulai dari Taman Getsemani yang dipusatkan di Taman Paskah Jemaat Kolom 15. Peragaan tersebut dilakukan menggunakan narasi yang diambil dalam Alkitab Injil Lukas 22:39 sampai Yesus Dikuburkan pada Injil Lukas 23:50-55.
Yesus, murid-murid Yesus, kepala prajurit dan para prajurit, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, tua-tua orang Yahudi hingga putri-putri Yerusalem diperankan oleh anggota kolom 15 bersama jemaat-jemaat tengga.
Dalam berperan mereka mengucapkan kalimat-kalimat sesuai peran masing-masing yang dikutip dalam Injil Lukas 22 dan 23.
Setelah melakoni peran dari Taman Getsemani, Yesus Ditangkap, Petrus Menyangkal Yesus, Yesus dihadapan Mahkamah Agama, Yesus di hadapan Pilatus, Yesus di hadapan Herodes, Yesus kembali di hadapan Pilatus, Yesus dibawa untuk disalibkan sambil berjalan sesuai rute sepanjang kurang lebih 2 kilometer dengan memperagakan adegan demi adegan.
Para pemeran yang berjumlah 66 orang itu kembali ke Taman Paskah untuk melakoni dan memperagakan Yesus disalibkan bersama kedua orang penyamun, Yesus mati, sampai Yesus dikuburkan.
Anggota jemaat kolom 15 dan jemaat tetangga yang memperagakan dan melakoni 41 adegan tersebut terlihat memahami setiap akting yang diperankan dan narasi yang diucapkan.
Penatua jemaat kolom 15 GMIM Petra Sawangan, Farie Laoh didampingi Diaken Stella Sumasangha kepada media ini mengaku sangat bersyukur, karena kegiatan Napak Tilas Via Dolorosa bisa berjalan dengan baik.
"Bersyukur kepada Tuhan tentunya, karena Napak Tilas Via Dolorosa yang dilakukan di Taman Paskah ini boleh berjalan lancar dan selesai dengan baik," ungkap Penatua Farie Laoh.
Dirinya mengapresiasi partisipasi dari seluruh anggota jemaat, baik yang memberi diri berperan maupun yang melakukan tugas pelayanan lainnya dalam rangka suksesnya Napak Tilas Via Dolorosa.
"Ini sebuah peristiwa yang luar biasa dan baru pertama kali dilakukan oleh jemaat, bahkan ada beberapa jemaat tetangga yang berkerinduan memberi diri berperan dan melakoni kisah penderitaan Yesus.
Penatua Farie Laoh menambahkan Napak Tilas Via Dolorosa yang dilakukan membutuhkan waktu panjang mulai dari latihan peragaan dan penguasaan narasi sampai pada persiapan atribut yang dipakai para pemeran, hingga tampil pada puncaknya hari Sabtu (08/04/2023).
Selain itu, seluruh jemaat kolom 15 dan jemaat tetangga, ikut membantu mempersiapkan semua yang dibutuhkan termasuk persiapan Taman Paskah yang menjadi tempat pelaksanaan Napak Tilas Via Dolorosa. (Mike)
