KA BPS Sulut
Finansial &Teknologi

Manado Urutan Kesembilan Inflasi Secara nasional pada April 2022

  • MANADO - Kota Manado, Sulawesi Utara mengalami inflasi sebesar 1,55 persen, pada Apil 2022 dan menempati urutan kesembilan dari secara nasional dari daerah yang
Finansial &Teknologi
Joise Bukara

Joise Bukara

Author

MANADO - Kota Manado, Sulawesi Utara mengalami inflasi sebesar 1,55 persen, pada Apil 2022 dan menempati urutan kesembilan dari secara nasional dari daerah yang mengalami inflasi.

Kepala BPS Sulut, Asim Saputra, mengatakan, dari 90 kota pantauan IHK nasional, semua kota mengalami inflasi, dimana yang tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 2,58 persen dan terendah di Kota Gunungsitoli sebesar 0,22 persen.

"Kota Manado menempati urutan kedua inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan kesembilan secara nasional," kata Saputra.

Dia menjelaskan, terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,29 di Maret 2022 menjadi 109,97 pada April 2022.

"Dari sebelas kelompok pengeluaran di Manado, sembilan kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 5,85 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,45 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,08 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,17 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,15 persen, kelompok penyediaan makanan dan  minuman/restoran sebesar 0,10 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen," katanya.

Kemudian Sisa dua kelompok lainnya, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan cenderung stagnan.

Pada April 2022, Manado mengalami inflasi secara tahun kalender sebesar 1,30 persen dan inflasi “year on year” sebesar 2,19 persen.

"Penyumbang Inflasi terbesar pada bulan April 2022 yaitu angkutan udara sebesar 0,6798 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah cabai rawit sebesar
0,2235 persen," katanya.