Pgs. Danramil 1302-16/Tumpaan, Pelda Frits Ponga.
Sekitar Kita

Kolaborasi Mahasiswa KKN UKIT dan Koramil Tumpaan Jaga Kelestarian Laut

  • TNI peduli pelestarian laut melakukan penanaman bakau bersama dengan ratusan mahasiswa KKN Tematik UKI Tomohon.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

MINAHASA SELATAN – Sejalan dengan program nasional pelestarian lingkungan pesisir, sejumlah anggota TNI dari Koramil Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara hadir dan turut berperan dalam kegiatan penanaman bakau yang dilaksanakan di wilayah pesisir pantai Desa Rap-Rap, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan dan Desa Pinasungkulan, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Penanaman bakau tersebut dilakukan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 oleh mahasiswa, pimpinan, dosen, dosen pendamping Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) bersama TNI, jajaran pelayan GMIM di wilayah Semenanjung.

Pgs. Danramil 1302-16/Tumpaan, Pelda Frits Ponga mengatakan hingga saat ini TNI secara aktif berperan melakukan penanaman bakau di beberapa wilayah di pesisir pantai termasuk Desa Rap-Rap Kecamatan Tatapaan dan Pinasungkulan Kecamatan Tombariri.

"Pihak Koramil sangat antusias dan bahkan sudah melakukan kegiatan penanaman mangrove di wilayah kami termasuk di Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan sudah tiga kali dilaksanakan," kata Frits Ponga.

Dia menyebutkan, program penanaman bakau dalam rangka pelestarian laut di wilayah pesisir pantai Desa Rap-Rap dan Pinasungkulan sudah dua kali dilaksanakan.

Frits Ponga mengaku bersyukur hadirnya program pelestarian laut dari pihak kampus, pemerintah dan gereja dalam upaya bersama menjaga lingkungan hidup.

"Kami sangat bersyukur, ketika pemerintah, kampus dan gereja bersama-sama dengan pihak TNI dari Koramil berperan aktif menjaga lingkungan hidup melalui program penanaman mangrove," ujarnya.

Pelda Frits Ponga penanaman mangrove sangat bermanfaat, karena selain menjadi tempat bertelurnya ikan, juga saat mengrove bertumbuh dengan baik dapat berfungsi untuk mengatasi abrasi pantai, apalagi wilayah pensisir pantai di wilayah Desa Rap-Rap sudah terjadi abrasi.

Dengan adanya kegiatan tersebut, dirinya bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada pihak Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dengan program peduli wilayah pesisir yang dinilainya selaras dengan keinginan pihak Koramil Tumpaan terhadap kelestarian laut.

Meski demikian, dirinya berharap peran dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melestarikan dan menjaga hutan bakau untuk masa depan bersama termasuk keberlanjutan pembangunan desa-desa di wilayah pesisir pantai.

"Apa pun baiknya program dari pihak kampus UKIT, pemerintah, tapi kalau tidak ada kesadaran dari masyarakat, saya kira sangat sulut. Karena itu, pihak Koramil Tupaan sering melaksanakan sosialisasi dengan metode komsos, langsung bertemu dan bercerita dengan masyarakat tentang bagaimana memelihara mangrove, termasuk bagaimana masyarakat memiliki kemauan untuk menanam mangrove," tandasnya.

Diketahui, ratusan mahasiswa KKN Tematik UKI Tomohon tahun 2026 bersama pimpinan kampus milik Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), kemudian dosen dan dosen pendamping berkolaborasi dengan pihak Pemerintah Desa Rap-Rap dan Pinasungkulan, Koramil 1302-16 Tumpaan, pelayan khusus wilayah Semananjung menanam kurang lebih 1.000 pohon bakau di wilayah pesisir pantai yang ada di dua desa tersebut.