
Kolaborasi Ditjenpas Kemenimipas dan Aloha PIK2 Gelar IPPAFest 2025
- Indonesia Prison Products and Art Festival kembali digelar secara nasional dengan keunggulan produk kreatif warga binaan pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Sekitar Kita
TANGGERANG - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menggelar pameran dan penjualan produk kreatif warga binaan.
Ivent nasional bertajuk, Indonesia Prison Products and Art Festival (IPPAFest) yang digelar Kemenimipas Ditjenpas berkolaborasi dengan Aloha PIK2, dibuka secara langsung oleh Menteri Agus Andrianto.

Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto mengingatkan jajarannya untuk menggaet dan melibatkan banyak pihak dalam mengembangkan hasil karya warga binaan.
"Ini bukan hanya tentang profit ekonomi semata, tetapi yang tak kalah penting, bagaimana kita memberikan bekal dan kesempatan kepada warga binaan untuk memiliki skil dan bekal kewirausahaan, menjadikan warga binaan yang mandiri saat kembali ke masyarakatan nantinya," ujar Menteri Agus Andrianto.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus mengingatkan pentingnya keterlibatan banyak unsur masyarakat dalam pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan.
Dia berharap, produk kreatifitas hasil karya warga binaan pemasyarakatan di seluruh Indonesia dapat bersaing di pasaran.
"Mari, bersama-sama melibatkan dan mendukun produk hasil harya warga binaan, membuka peluang besar yang lebih luas bagi mereka," terangnya.

Agus Andrianto menyebutkan, IPPAFest digelar bertujuan membuka ruang kolaborasi antara pemasyarakatan dan dunia usaha, memperluas jangkauan pemasaran produk warga binaan, serta menciptakan peluang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Warga binaan, menyimpan potensi besar untuk turut menopang ekonomi bangsa, terutama melalui sektor ekonomi kreatif dan UMKM," kata Menteria Agus.

"Beberapa produk warga binaan kita, telah dipasarkan hingga ke mancanegara," tambahnya.
IPPAFesat kali ini menurutnya, semakin bermakna, karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang membawa semangat Asta Dasa Warsa Kemerdekaan.
"Hari ini, kita tidak hanya membuka sebuah festival, tetapi juga membuka ruang bagi semangat yang tak pernah padam, harapan yang terus tumbuh, dan kemanusiaan yang layak diberi tempat," ujar Menteri Agus.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pamasyarakatan, Mashudi mengaku, pemilihan Aloha PIK2 sebagai partner untuk mempromosikan produk warga binaan, karena ada semangat yang sama dalam mendukung produk kreatifi Warga. binaan.
"Alhamdulillah, Aloha PIK2 mau ikut mendukung pengembangan produk kreatif warga binaan. Harapnnya, kerjasama ini akan terus berlanjut," ungkap Mashudi.
IPPAFest, diselenggarakan dari tanggal 8 hingga 10 Agustus 2025, dengan memamerkan dan menjual berapam produk kreatif warga binaan seluruh Indonesia, mulai dari batik tulis hingga cap, assesoris, berbagai jenis jajanan, lukisan, serta produk-produk lainnya.
Pembukaan IPPAFest Aloha dimeriahkan dengan berbagai produk dan seni kreatif warga binaan yang terbungkus dalam Prison art Show, menampilkan Band Lapas Khusus Gunung Sindur kolaborasi dengan Zivilia Band dengan vokalis Zul, yang merupakan warga binaan sekaligus anggota Zivilia Band yang terkenal dengan lagu Aishiteru.
Dalam penampilannya, Zul menyanyikan lagu ciptaannya selama menjadi warga binaan dengan judul Gunung Sindur Jangan Goyang.
Ivent ini juga dilakukan produk show oleh petugas muda IMIPAS dengan memperagakan berbagai fashion antara lain batik tulis dari berbagai Lapas dan tas cantik rajut rotan.
Hadir dalam ivent tersebut, sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga, seperti Wakil Ketua Komisi XIII, Ketua LAN, Wakil Menteri, SERUNi dan beberapa stakeholder dari pemerintah dan non pemerintah, BUMN dan wirausahawan sebagai mitra pemasyarakatan.
