
Kembangkan Keterampilan WBP, Rutan Manado Gelar Workshop Handicarft
- Kolaborasi Rutan Manado dengan ABK Primaniyarta Manado berdampak positif dan menjadikan WBP pribadi yang produktif, berkarya, dan berdaya.
Sekitar Kita
MANADO - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado menggelar Workshop Handicarft dengan sasaran warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu (04/04/2026).
Kepala Rutan Kelas IIA Manado melalui Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Wahyono kepada media ini mengatakan kegiatan yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari upaya untuk memberdayakan warga binaan.

Menurut Wahyono, kegiatan yang mengusung tema 'Melalui Produk Inovatif, Warga Binaan Pemasyarakatan Berkarya dan Berdaya', mendapat antusiasme dari para penghuni Rutan Manado yang mengikuti kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini sangat berdampak positif bagi warga binaan. Mereka (warga binaan) tidak hanya menghabiskan waktu di Rutan, namun dapat menghasilkan sesuatu dengan keterampilan mereka yang berguna untuk kedepannya," ujar Kasubsi Bimbingan Kerja.
Wahyono menyebutkan, kegiatan ini dipandu Najwa Amalia Bachdar, mahasiswa program studi keuangan dan perbankan digital akademi bisnis dan keuangan (ABK) Primaniyarta Manado.

Workshop ini lanjut Wahyono merupakan bagian dari implementasi program pemberdayaan yang sejalan dengan program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada ajakan kepada warga binaan untuk aktif dalam produk UMKM yang bernilai ekonomi.
Tujuan dari pelaksaan workshop handicarft memberikan pelatihan keterampilan dan menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan kesabaran warga binaan peserta kegiatan tersebut.
"Workshop handicarft ini, outputnya adalah warga binaan bisa menghasilkan sesuatu yang berguna. Dan saat bebas nanti, mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan saat ditengah masyarakat," ungkapnya.
Tingginya antusias peserta, Wahyono menegaskan kalau para warga binaan dapat membuka peluang dalam menciptakan produk yang mereka pasarkan kedepan. Warga binaan tidak hanya belajar, tapi workshop ini menghadirkan hal-hal positif dan memprotek diri agar terhindar dari pikiran negatif yang merugikan.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Akademi Bisnis dan Keuangan (ABK) Primaiyarta Manado, dipastikan akan berlanjut guna menciptakan warga binaan yang produktif.
"Harapannya, kolaborasi dari kegiatan ini agar warga binaan dapat mengimplementasikan pelatihan keterampilan yang didapat, agar potensi yang dimiliki dikembangkan menjadi produk unggulan," ucap Wahyono.
Sementara itu, Rosary Patricia Mekel, SE, dosen ABK Primaniyarta Manado mengapresiasi partisipasi warga binaan dalam workshop handicarft yang dapat membantu dan melatih keterampilan praktis agar menjadi mandiri setelah purna dari Rutan Manado.
"Workshop handicarft ini sangat positif. Tidak sekedar mengisi waktu, tapi peserta dilatih keterampilan praktis yang berguna bagi mereka sendiri," kata Rosary.
Rosary berharap, kegiatan ini dapat berlanjut dengan materi yang semakin beragam dan intensif, agar hasil karya dari peserta dapat dikembangkan, karena memiliki nilai ekonomi, dan bisa dipasarkan.
