
Jumat Agung; Umat Kristen Serentak Peringati Wafat Yesus Kristus
- Pengorbanan Yesus Kristus di Bukit Golgota dalam penebusan dosa manusia, menjadi peringatan umat Kristen.
Sekitar Kita
JUMAT Agung merupakan hari kudus bagi umat Kristiani dalam memperingati penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgola demi menebus dosa manusia.
Peringatan yang jatuh hari Jumat adalah momentum bagi umat Kristiani untuk refleksi secara mendalam tentang kasih dan pengorbanan yang sering lakukan dalam bentuk ibadah, jalan salib, serta doa puasa.
Jumat Agung merupakan puncak dari kasih Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus untuk penebusan dosa manusia. Inilah yang kemudian bagi umat Kristiani mereflesikan diri makna ketulusan, kerendahan hati, dan pengampunan.
Bagi umat Kristiani di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), tradisi keagamaan yang dilakukan dalam peringatan Jumat Agung adalah mengikuti ibadah di gereja, jalan salib hingga penyaliban yang mengisahkan penderitaan Yesus Kristus yang wafat untuk menebus dosa manusia.
Ibrani 10:1-18 menjadi pokok Firman Tuhan bagi GMIM yang mengulas tentang "Persembahan yang Sempurna".
Hukum Taurat diberikan sebagai petunjuk akan sebuah kesempurnaan hukum Allah, sehingga pengenalan hukum Taurat membuat manusia menyadari akan dosa dan kekudusan Allah.
Persembahan yang diberikan manusia tidak akan mampu menghapus dosa secara tuntas. Mereka akan menyadari terbatasnya kemampuan dalam melepaskan diri dari dosa. Karenanya, kesadaran ini akan mendorong manusia mengharapkan Juru Selamat yang mampu menghapus dosa manusia seutuhnya.
Dosa yang menjadi pemisah hubungan antara Allah dengan manusia tidak dapat sepenuhnya ditutupi dengan sebuah kesalehan. Dibutuhkan karya Allah untuk menuntaskan hukuman dosa manusia, dan inilah yang dikerjakan Yesus Kristus sebagai Penebus kita. Hanya melalui Dia, ada keselamatan yang berlaku bagi segala bangsa.
Adakah kita menerima karya penebusan Kristus dalam hidup kita?
Sudahkah kita mengalami kuasa pengudusan dan penyempurnaan dari-Nya?
