
Gubernur Yulius Dukung Langkah Preventif BNPT RI
- Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menerima kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia.
Sekitar Kita
MANADO — Menerima kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia, Gubernur Yulius Selvanus membahas pembentukan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Kota Manado, Selasa (24/06/2025).
Pembentukan FKPT dinilai sangat penting sebagai langkah preventif menahan laju penyebaran paham radikal di daerah perbatasan Pasifik.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur, kepala BNPT menekankan pentingnya sinergi pusat-daerah dalam memperkuat ketahanan nasional dari ancaman ideologi kekerasan.
Pembentukan FKPT nantinya akan menjadi simpul koordinasi antara unsur pemerintah, tokoh agama, masyarakat, akademisi, hingga media massa dalam membangun narasi damai di akar rumput.
“FKPT bukan sekadar forum. Ia adalah perisai ideologis yang dibentuk oleh kekuatan sipil untuk membentengi masyarakat dari paparan ekstremisme,” kata Kepala BNPT.
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, yang diwakili pejabat tinggi pemprov, menyambut hangat inisiatif tersebut.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat daya tangkal lokal melalui pendekatan kultural dan edukatif.
“Sulawesi Utara adalah miniatur toleransi Indonesia. Kerukunan bukan hanya slogan, tapi napas yang kami hidupi bersama. Karena itu, FKPT akan menjadi penguat narasi moderasi di tanah Nyiur Melambai,” kata perwakilan Gubernur.
Pemerintah provinsi menyatakan kesiapan penuh mendukung pembentukan FKPT, termasuk penyusunan struktur kelembagaan dan rencana aksi daerah untuk mencegah radikalisme.
Sinergi ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yang menekankan pentingnya pendekatan pencegahan berbasis masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.
Langkah Sulut mendirikan FKPT dinilai sebagai contoh konkret peran aktif daerah dalam pertahanan non-militer.
Wilayah ini memang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan indeks toleransi tertinggi di Indonesia, dan berada di posisi strategis sebagai pintu timur nusantara.
Pakar keamanan dari Universitas Sam Ratulangi, Dr. Erwin Lontoh, menyebut kehadiran FKPT akan memperkuat “perisai lunak” di kawasan perbatasan.
“Dengan pendekatan lokal, FKPT dapat menjangkau komunitas paling rentan yang selama ini luput dari intervensi negara,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov dan BNPT akan segera membentuk tim koordinasi untuk memfinalisasi struktur organisasi serta merumuskan rencana aksi yang melibatkan unsur multisektor.
Dengan semangat toleransi dan kerja sama lintas lini, Sulawesi Utara kembali menegaskan perannya sebagai garda depan dalam menjaga Indonesia dari fragmentasi ideologis.
