
Fakta Jembatan Interchange Manado By Pass yang Kini Ramati Diminta Pasang Pagar
- Interchange Manado By Pass ramai diperbincangkan warga Sulawesi Utara, lantaran jembatan tersebut menyimpan fakta yang menyeramkan.
Sekitar Kita
MANADO -- Siapa yang tidak kenal dengan Interchange Manado By Pass?. Jembatan dengan panjang 75 meter yang menjadi penghubung transportasi antara Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, jembatan tersebut menyimpan fakta unik dan cerita menarik.
Belakang Interchange Manado By Pass, dihubungkan dengan kehidupan manusia. Pasalnya, jembatan tersebut itu dijadikan pilihan untuk mengakhiri hidup.
Cara mengakhiri hidup pun terkesan mengerikan. Mereka mendatangi jembatan tersebut yang kemudian melompat hingga jatuh ke jalan ring road.
Faktanya, sudah ada tiga orang memilih mengakhiri hidup mereka dengan cara melompat dan nyawa mereka tidak bisa tertolong.
Peristiwa demi peristiwa orang memilih mengakhiri hidup mereka dengan cara melompat dari jembatan tersebut pun menjadi viral di sejumlah platform media sosial.
Pun demikian, tidak sedikit warganet yang menyayangkan perilaku mereka memilih mengakhiri hidup disaat mengalami persoalan.
Ketakutan akan hal-hal buruk terjadi disaat keadaan jembatan dalam keadaan sepi, warganet juga meminta agar pemerintah melakukan langkah antisipasi agar dipasang pagar yang menjulang tinggi, agar tidak ada lagi orang melompat dari atas Interchange Manado By Pass.
Demikian juga, warga memberi saran positif bagi sesama manusia untuk tidak menghakimi diri sendiri disaat dalam permasalah hidup dengan cara memilih melompat dari jembatan tersebut.
"Keprihatinan sudah ditunjukkan. Lihat ada yang sudah pasang baliho yang berisi Firman Tuhan di jembatan itu," ujar Melki, Selasa (11/02/2025).
"YESUS mati untukmu, karena HIDUPmu berharga," bunyi kalimat yang dicetak pada baliho yang digantung di jembatan Interchange Manado By Pass.
Penting untuk diingat, dibuatnya jembatan Intechange Manado By Pass, tujuannya untuk transportasi penghubung antara Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kota Bitung. (Mike)
