Jenazah almarhum Max Sondah saat disemayamkan di rumah duka Desa Kanonang Dua. (Foto:Istimewa)
Komunitas Manado

Elit PDIP Minahasa Tak Hadiri Pemakaman Kader Militan Max Sondakh

  • Elit PDIP Minahasa Tak Hadiri Pemakaman Kader Militan Max SondakhMINAHASA - Prosesi ibadah pemakaman Max Sondakh di Desa Kanonang Dua, Kecamatan Kawangkoan Bara
Komunitas Manado
Mike

Mike

Author

MINAHASA - Prosesi ibadah pemakaman Max Sondakh di Desa Kanonang Dua, Kecamatan Kawangkoan Barat, pada Kamis (02/06/2022) tidak dihadiri elit PDI Perjuangan.

Merkel, anak Max Sondakh mengaku sejak ayahnya dirawat di RSUP Prof Kandou Malalayang Manado, tidak ada satu pun elit partai yang menjenguk.

"Tidak ada elit partai yang menjenguk. Padahal, hampir setiap hari keluarga update keberadaan papa selama di rawat di rumah sakit," kata Merkel.

Menurutnya, almarhum Max Sondakh menjalani perawatan karena sakit di RS Budi Setia Langowan kemudian dirujuk di RSUP Prof Kandou selama seminggu sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Merkel menyebutkan selama tiga hari ayahnya disemayamkan di rumah duka Desa Kanonang Dua, tidak nampak elit partai berlambang moncong putih yang hadir.

Hingga prosesi pemakaman Almarhum Max Sondakh, tidak ada karangan bunga duka cita dari elit politik PDIP baik tingkat DPC maupun PAC.

Meski begitu, Merkel mengungkapkan keluarga mengiklaskan apa yang terjadi dan sudah merelakan kepergian Max Sondakh.

"Semua sudah ikhlas. Kami sudah merelakan kepergian papa," ujarnya.

Max Sondakh merupakan kader dan juga politisi PDI Perjuangan yang sangat militan. Banyak ide, gagasan dan kerja-kerja yang telah dilakukannya bersama partai berlambang banteng moncong putih. (Mike)