
Debat Pertama Paslon Cawali-Cawawali Manado Sukses
- Manad Potretutara - KPU Manado menggelar debat publik pertama, bagi emat pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota, di Manado Convention Centre (MCC
Sekitar Kita
Manad Potretutara - KPU Manado menggelar debat publik pertama, bagi emat pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota, di Manado Convention Centre (MCC), Jumlah malam.
Debat perdana itu dibuka oleh ketua KPU, Ferley Kaparang yang mengatakan, acara ini menjadi ajang bagi seluruh Paslon untuk menyampaikan apa yang menjadi visi misi mereka kedepan.
"KPU menyilakan empat pasangan calon memaparkan visi misi dan program unggulan yang akan dilaksanakan bila nantinya terpilih,"kata Kaparang, di Manado, Jumat malam.
Masing-masing paslon memaparkan visi misi, sesuai tema Sumber Daya Manusia (SDM), Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan masyarakat, disabilitas, ketahanan pangan, kesetaraan gender dan kemiskinan.
Paslon nomor urut 1, Andrei Angouw – Richard Sualang berkomitmen melanjutkan pembangunan yang telah mereka lakukan selama 1 periode memimpin Kota Manado, Angouw membeberkan sejumlah capaian di masa kepemimpinan mereka.
Dia menyebut angka kemiskinan turun, dari 2021 berada di angka 6,19 persen menjadi 5,79 persen pada 2023.
Demikian juga dengan pengangguran juga turun dari 13,88 persen tahun 2020 ke 2023 (pada angka) 8,80 persen. Kemudian AA-RS juga akan meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan.
"Saat ini dari 16 puskesmas, 13 terakreditasi puskesmas paripurna. Selain itu Kota Manado juga mendapat predikat Universal Health Coverage dari BPJS Kesehatan dengan 99 persen masyarakat Kota Manado menjadi peserta BPJS Kesehatan, 190 ribu dari peserta tersebut ditanggung oleh Pemerintah," kata AA.
Peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Ini dibuktikan dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang meningkat. Dari angka 79,12 persen di tahun 2019 menjadi 81,4 di tahun 2023.
Mereka berharap masih diberi kepercayaan untuk 5 tahun ke depan untuk melanjutkan pembangunan yang ada di Kota Manado.
Sementara Paslon Benny Parasan – Bobby Daud, menekankan tentang sinergitas pemerintah dari pusat hingga ke daerah dengan tujuan mewujudkan good goverment and clean goverment. Di dalamnya pembangunan infrastruktur dan penataan kota.
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Manado, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menjadikan Kota Manado pusat jasa perdagangan dan ekonomi kreatif serta pariwisata, peningkatan pelayanan publik yang nyaman dan modern.
Pasangan BEDA juga berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas. Serta pengembangan sarana dan pra sarana, fasilitas pelayanan prima dengan melakukan terobosan-terobosan untuk peningkatan pelayanan masyarakat.
Paslon nomor urut 3, Jimmy Rimba Rogi – Kristo Ivan Lumentut bertekad membawa Manado mengalami perubahan dengan visi Manado Kota Beriman menuju kota Pariwisata Kelas Dunia. Dengan misi Kota Manado bersih, elok, rukun, indah, maju aman dan nyaman. 10 program pro rakyat telah disiapkan Imba-Ivan.
Dana lansia 60 tahun ke atas, dana duka, dana rohaniawan, dana pendidikan, BPJS Kesehatan gratis, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Kota Manado, gaji kepala lingkungan sesuai aturan tanpa potongan, gaji petugas kebersihan sesuai UMP, mensejahterakan ASN dan PPPK, menurunkan pajak dan retribusi.
“Apa rakyat pe mau, itu Imba mo beking,” tegasnya.
Audy Karamoy – Lucky Datau, pasangan calon nomor urut 4 memiliki visi menjadikan Manado hebat dan berintegritas. Dengan misi meningkatkan program jaminan sosial, dana duka, lansia, insentif rohaniawan, dan merasionalisasi pajak bumi dan bangunan. Meningkatkan program kesehatan, fasilitas kesehatan, menjamin layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan murah serta peningkatan program pendidikan.
Menurut Lucky Datau ada dana BOS di tiap sekolah namun masih ada pungutan liar berkedok sumbangan atau paritisipasi. Hal ini yang akan diseriusi oleh paslon ini agar tidak lagi terjadi.
Keduanya juga akan menjamin kesejahteraan tenaga kerja pendidik terutama honorer, meningkatkan fasilitas pendukung pendidikan, dan menata kembali infrastruktur yang dinilai tidak sesuai peruntukan.
“Kota Manado tidak butuh infrastruktur pembangunan, Kota Manado butuh normalisasi, sehingga banjir-banjir yang terjadi di Kota Manado teratasi, (juga berkomitmen) memberantas KKN dan pungli,” tegas Datau.
Debat berjalan alot dengan adu gagasan dan argumen dari masing-masing pasangan calon. Yel-yel dan teriakan dukungan para pendukung membuat suasana memanas namun tetap berjalan aman.
