BPBD Kabupaten Bolmong turun lokasi bencana banjir bandang.
Sekitar Kita

Data Sementara 120 Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang

  • Peristiwa banjir bandang merusak pemukiman dan ratusan rumah warga di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Sekitar Kita
Mike

Mike

Author

BOLMONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara mencatat untuk sementara ada 120 rumah milik warga di Desa Solimandungan Satu, Solimandungan Dua, dan Komangaan terdampak bencana banjir bandang, Rabu (27/05/2026).

Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bolmong, ratusan rumah warga terdampak banjir bandang dalam kategori terendam penuh dan terendam sebagian.

Puluhan warga terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat, gedung balai desa, tempat-tempat ibadah dan tempat yang lebih aman dengan membawa barang berharga yang bisa diselamatkan.

Kepala BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Candra Mokoginta 
menyebutkan, peristiwa bencana banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita yang dimulai dengan hujan deras sejak siang hari, sehingga membuat kapasitas sungai tidak bisa menampung debit air.

"Hujan deras sejak siang hari, banjir terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Kapasitas sungai tidak bisa menampung debit air, akhirnya meluap ke pemukiman warga," ujar Candra.  

Dia mengaku, tim BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, TNI, Polri, dan pemerintah desa setempat bergerak cepat ke lokasi bencana untuk menindaklanjuti dampak dari bencana banjir bandang yang melanda tiga desa di Kecamatan Bolaang.

Candra menjelaskan, tim dari BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, bersama TNI dan Polri melakukan tugas evakuasi korban bencana banjir bandang.

"Tim reaksi cepat BPBD, TNI, Polri, pemerinta desa setempat bergerak menuju lokasi bencana banjir berdasarkan laporan warga. Kami melakukan evakuasi warga dan memastikan lokasi bencana aman," ungkapnya.

BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow lanjut, akan melakukan pendataan dampak dari bencana tersebut dan menyalurkan bantuan dasar untuk kebutuhan warga seperti makanan, air bersih, serta selimut untuk warga yang mengungsi.

"Pendataan masih terus dilakukan, karena kondisi di lapangan terkendala hujan dan aliran listrik di beberapa wilayah padam, sehingga proses kaji belum maksimal," tandasnya.