Aktivitas pasar tradisional Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.
Ekonomi

Daging Babi di Pasar Tondano Laris Manis

  • TONDANO -- Meski pandemi Covid-19 membuat sektor ekonomi terpuruk, ternyata tidak lantas berdampak buruk kepada para pedagang daging babi di Pasar Tondano.

Ekonomi
Mike

Mike

Author

TONDANO -- Meski pandemi Covid-19 membuat sektor ekonomi terpuruk, ternyata tidak lantas berdampak buruk kepada para pedagang daging babi di Pasar Tondano.

Refly Tumilantow, pedagang daging babi di pasar tersebut mengaku, aktivitas jual beli masih sama dengan sebelum Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.

Menurutnya, stok daging babi yang dia siapkan terus meningkat jumlahnya setiap hari, seiring dengan tingginya minat beli warga terhadap daging tersebut.

"Orang yang membeli daging babi, masih sama dengan sebelum Pandemi Covid-19," kata Refly.

Padagang asal Rinegetan Tondano ini kepada wartawan, Sabtu (30/01/2021) menuturkan, meski harga daging babi saat ini Rp55 ribu per kilogram, tetap diburuh para pembeli.

Lanjutnya, tingginya harga jual daging babi per kilogramnya di pasar Tondano, karena harga pakan yang naik selama masa pendemi Covid-19.

"Sehari saya stok daging babi untuk dijual di pasar sebanyak 100 kilogram, dan terjual habis," ungkapnya.

Tingginya minat beli, dikarenakan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi daging babi, meski kondisi ekonomi terpuruk akibat corona.

Diketahui, pembatasan aktivitas sosial oleh pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, ternyata tidak berdampak pada aktivitas jual beli daging babi. (*)