
Bajaj Maxride Beroperasi Tanpa Ijin, Ancaman Pengangguran di Kota Manado
- Beroperasinya alat transportasi baru, Bajaj Maxride di Kota Manado selain menuai kontroversi dari berbagai kalangan masyarakat, ternyata tidak memiliki ijin dari pemerintah.
Sekitar Kita
MANADO — Kahadiran alat transportasi baru Bajaj Maxride di Manado menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, karena selain sebuah kemunduran dari peradaban kota, tetapi juga menjadi ancaman bagi angkutan umum.
Berbagai kalangan menilai, jika kemudian pemerintah merespons kehadiran Bajaj Maxride dengan memberikan ijin operasioanl, justru akan membuat sebagian masyarakat Manado yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum akan kehilangan pekerjaan.
"Tidak sedikit orang Manado yang bekerja sebagai sopir mikro (angkutan umum). Kalau pemerintah beri ijin Bajaj beroperasi di Manado, itu sama saja pemerintah membuat orang Manado kehilangan pekerjaan, mereka jadi pengangguran," ungkap Bobby, sopir angkutan umum kepada media ini.
Bajaj Maxride yang mengklaim diri sebagai alat transportasi berbasis aplikasi ini, sudah launching dan diperkenalkan kepada masyarakat dengan melakukan konvoi pada 10 Juli 2025 lalu.
Pihak Bajaj Maxride gagal ditemuai wartawan media ini di kantor jalan Sam Ratulangi Manado, Kamis (17/07/2025).
"Pimpinan sedang keluar kantor, cuma ada seles marketing," ujar security Bajaj Maxride.
Sekarang ini, beberapa unit Bajaj Maxride sudah beroperasi meski tidak mengantongi ijin operasi dari instansi terkait termasuk dari Dinas Perhubungan Kota Manado.
