
Alumi Sesalkan Pengusiran Pedagang di Kampus UKIT
- Seorang ibu yang terbiasa berjualan di UKIT, diusir dan dirampas dagangannya oleh oknum satpam kampus.
Sekitar Kita
TOMOHON - Supriyadi Pangellu,SH.,MH mengaku menyesalkan sikap dan tindakan oknum satpam yang melakukan pengusiran terhadap seorang ibu yang berjualan di area kampus UKIT Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Sebagai alumni UKIT, Supriyadi Pangellu kepada media ini mengatakan seharusnya peristiwa tersebut tidak perlu terjadi, apalagi di kampus yang notabene dikenal dengan lembaga pendidikan milik gereja GMIM yang melahirkan para calon pendeta.
"Sangat, sangat menyesalkan. Peristiwa ini tidak perlu terjadi di lembaga pendidikan gereja yang dari situ lahirlah calon-calon pemimpin gereja atau pendeta," kata Supriyadi, Kamis (05/02/2026).
Supriyadi, mantan Ketua BEM UKIT ini menyesalkan kenapa sikap oknum satpam yang tidak memiliki kasih, mempertontonkan cara-cara yang kurang baik sebagai warga gereja kepada adik-adik mahasiswa teologi.
Tindakan oknum satpam UKIT tersebut, harus mendapat reaksi dari warga GMIM yang menyaksikan video tersebut.
"Kampus itu milik gereja, milik GMIM, dan GMIM selalu mengajarkan kita tentang kasih. Jika ini instruksi dari pimpinan, apakah pimpinan disana (UKIT) mengajarkan kepada kita termasuk satpam untuk tidak berlaku kasih kepada siapa saja, termasuk kepada ibu yang berjualan disana," tuturnya.
"Ibu yang diusir itu sudah tua dan bahkan dengan berjualan gorengan untuk kehidupan dirinya dan keluarganya. 23 tahun berjualan di kampus UKIT bukan waktu yang singkat, kemudian diusir dan dirampas dagangannya hanya karena instruksi dari pimpinan," sambunya.
Pangellu meminta Rektor UKIT, Sandra Korua untuk menaruh atensi terhadap peristiwa yang memilukan ini.
Sebagai pemimpin yang lahir dari gereja dan memimpin lembaga pendidikan milik gereja, Rektor UKIT harus bertindak dan bersikap terhadap peristiwa yang justru dialami oleh warga gereja GMIM sendiri.
"Harus bertindak dan bersikap. Jika perlu meminta maaf secara terbuka kepada ibu dan warga GMIM," tandasnya.
